
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tak sabar menunggu laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026. Bukan hanya karena ini final, tapi karena lawannya adalah Anthony Hudson, pelatih Thailand yang punya sejarah panjang dengannya di dunia sepak bola internasional.
Hudson sebelumnya pernah menjadi asisten pelatih Amerika Serikat di bawah arahan Gregg Berhalter, dari Juli 2020 hingga Januari 2023. Pada periode itu, Herdman yang menangani Kanada sudah bertemu timnya sebanyak tiga kali, dengan hasil satu menang, satu seri, dan satu kalah.
Karena sudah saling mengenal gaya bermain satu sama lain, Herdman menyebut duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (5/10) mendatang ini akan sangat menarik. “Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus,” kata Herdman usai kemenangan 9-2 atas Bangladesh.
Di luar bicara soal final, Herdman juga menyoroti perkembangan timnya yang menurutnya masih dalam proses membangun kekompakan. Para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama, sehingga chemistry — atau kecocokan antar pemain di lapangan — masih terus dibangun.
Pengalaman Herdman membimbing tim ke dua medali Olimpiade membuatnya yakin proses ini wajar dan butuh waktu. “Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk,” ujarnya.
Soal teriakan suporter yang menyebut namanya seusai pertandingan, Herdman tetap fokus pada gambaran besar. “Satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah,” tegasnya. Final melawan Thailand di GBK jelas bukan sekadar perebutan trofi, tapi juga ujian nyata sejauh mana proyek besar Timnas Indonesia ini sudah berjalan.
Sumber: Antara News
